Videografi dan Sinematografi, Simak Perbedaan keduanya

Videografi dan Sinematografi merupakan pertimbangan awal bagi perusahaan ataupun pebisnis untuk mempromosikan produk dan jasanya dengan menggunakan video. Pebisnis akan mencari perusahaan produksi video atau meningkatkan keahlian karyawannya dengan mengikuti Pelatihan Vidiografi hanya untuk mempelajari cara mendapatkan hasil konten pemasaran yang menarik konsumen.

Kedua jenis teknik ini pada dasarnya melakukan pekerjaan yang sama yaitu merekam dengan kamera. Namun, metode dan hasilnya sangat berbeda di antara keduanya. Ini secara langsung berdampak pada citra merek yang ingin Anda proyeksikan dan pesan yang ingin Anda sampaikan kepada audiens.

Dokumentasi Pelatihan Videografi GAWAI PIAWAI
Dokumentasi Pelatihan Videografi GAWAI PIAWAI

Mari coba kita simak detail tentang Videografi dan Sinematografi berikut ini :

1. Sinematografi

Pengertian Sinematografi

Yang terlintas pertama kali ketika mendengar kata sinema atau sinematografi adalah tayangan film, festival film, karya film atau film layar lebar, maka inilah yang membedakannya. Dari segi skala dan jumlah personil yang terlibat karya sinematografi memerlukan lumlah kru yang banyak, metode yang serta anggaran produksi yang sangat besar.

Sinematografi adalah seni atau ilmu yang membahas tentang teknik dalam pengambilan gambar dan mengabungkan gambar sehingga menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide dan cerita dalam bentuk video, sedang orangnya disebut sinematografer.

Sinematografer, sesuai dengan namanya tujukan ke pembuat film kelas Profesional yang diwadahi oleh sebuah rumah produksi. Tugas utamanya mengatur dan menjalankannya sesuai kemauan penulis cerita dengan menterjemahklan kata-kata kedalam layar lebar. Sebutan lain untuk sinematografer adalah Pengarah Fotografi atau DP (Director of Photography).

Tanggungjawab yang diembannya sangat banyak selain kamera, lampu, audio, komposisi urutan, sudut produksi, tema warna, bingkai, dan masih banuak lagi. Hasil dari tanggungjawab yang besar ini akan menhasilkan karya yang beda di mata penonton, jadi diperlukan kehati-hatian dan tetap berpegang pada naskah nantinya digunakan untuk mendapatkan produk film yang sempurna.

Sutradara bertanggung jawab atas banyak hal yang berkaitan dengan pengambilan gambar, Anda akan melihat mereka mendelegasikan tugas ini kepada anggota kru lain seperti juru kamera, asisten cahaya, dll. Seorang sinematografer mungkin ataupun tidak akan dilibatkan dengan pekerjaan pasca produksi, ini merupakan hak prerogatif sutradara.

2. Videografi

Pengertian Videografi

Yang terlintas dipikiran anda saat mendengar kata membuat video pasti kearah video keluarga yang direkam menggunakan camcoder atau Smartphone. Dari sini dapat disimpulkan bahwa teknik videografi adalah teknik yabg dapat dikerjakan oleh satu orang, atau tim kecil tanpa koordinator untuk menghasilkan gambar bergerak atau video..

Hal ini juga dapat diterapkan untuk perbandingan antara youtuber ataupun vlogger biasa dangan website besar yang juga menayangkan gambar bergerak dalam bentuk hasil video dengan menggunakan peralatan yang beragan serta gaya perekeman yang berbeda.

Videografer adalah seseorang yang mengerjakan produk film tidak profesional dalam arti tidak harus ada dukungan kru dan metode tertentu. Contoh videografi misalnya merekam berbagai macam jenis video acara keluarga pribadi seperti pernikahan, ulang tahun, rapat, wawancara, dll.

Seorang videografer juga dapat membuat konten pemasaran seperti iklan produk, tutorial, testimoni dengan anggaran yang kecil. Semua jenis keperluan pekerjaan pengoperasikan peralatan perekaman dan pencahayaan, memilih lokasi, dan meliput sebuah acara dari awal hingga akhir. Mereka juga menjalankan proses editing video sendiri.

Seringkali videografer juga mencoba-coba reportase, menjadi pembawa acara bincang-bincang pribadi, atau memproduksi acara TV anggaran kecil juga yang diterima oleh jaringan jika mereka cukup baik.

Selain itu, seorang videografer memiliki lebih sedikit kendali atas bagaimana sebuah acara berlangsung karena mereka kebanyakan melakukan pengambilan video langsung tanpa naskah.

Terkadang, videografer juga memproduksi film indie dan film fitur anggaran rendah. Namun, istilah videografer pada umumnya ada di luar ranah film.

Perbedaan lain Videografi dan Sinematografi

Seorang videografer meletakkan dasar, menangkap gambar dan melakukannya dengan cara yang efisien, tepat waktu, dan memakan tenaga.

Seorang sinematografer, bagaimanapun, menceritakan keseluruhan cerita yang menggerakkan penonton yang tidak terkait dan memicu emosi yang kuat.

Ini lebih tentang seni daripada meletakkan dasar dasar produksi untuk seorang sinematografer.

Jika seorang videografer melakukan semua fungsi itu dalam konten mereka, maka tentu saja, mereka dapat menyebut diri mereka sinematografer. Tidak ada yang akan mengatakan bahwa videografer tidak bisa membuat karya seni.

Namun, dengan sinematografi, masih banyak lagi standar dan kriteria yang harus dipenuhi.

Sementara tugas seorang sinematografer adalah tentang seni dan ilmu film, siapa pun yang hanya merekam sebuah peristiwa dapat disebut videografer.

Mempertimbangkan penjelasan diatas yang menggambarkan dua bidang berbeda dari profesi yang sama, jelaslah apa perbedaan antara keduanya.

Berikut adalah uraian yang lebih komprehensif jika pemisahan yang membedakan kedua profesi tersebut.

“Jika Anda merekam kehidupan alam liar dengan baik, Anda adalah videografer. Tetapi jika Anda memasukkan pesan yang menarik melalui rekaman Anda yang memiliki ruang untuk berkreativitas dan bercerita, maka Anda adalah seorang sinematografer”

Jenis Pengambilan Gambar dengan DSLR mengaburkan Identitas Sinematografi dan Videografi

videografi

Salah satu hal saat ini yang mengaburkan antara sinematografi dan videografi tak lain adalah penemuan kamera DSLR dengan fungsi yang lebih bagus. Dengan dilengkapi bebagai macam Fitur-fitur baru yang canggih menggunakan kamera DSLR memungkinkan untuk mendapatkan kualitas produksi kelas profesional seperti yang Anda lihat di film-film Hollywood.

Dengan fitur inipula memudahkan seseorang meningkatkan kemampuan dalam bidang film sehingga meningkatkan minat atau hobi dengan di bidang proses pembuatan video.

Ketika videografer amatir menghasilkan konten yang sebagus sinematografer profesional, pasti ada kebingungan. Orang-orang mulai lebih suka penggunaan DSLR bahkan untuk videografi serta untuk memberikan tampilan seperti film pemandangan.

Era baru dunia videografi yang dimulai dengan munculnya kamera DSLR ini menjembatani kesenjangan yang dulu ada antara sinematografer dan videografer.

Bagaimana cara menentukan apakah Anda membutuhkan videografer atau sinematografer?

Di era baru ini semua berjalan dengan basis data satelit dan super komputer di saku mereka. Penonton saat ini sama pahamnya dengan media.

Tuntutan mereka terhadap konten telah meningkat, membuat pencipta akan bersaing untuk mendapatkan perhatian audiens. Tentu dengan usaha lebih keras untuk membuat mereka tetap menikmati hasil produknya.

Jadi, ketika Anda menyewa seorang profesional produksi media, Anda harus yakin yang mana yang Anda butuhkan.

Videografi dan Sinematografi

Ketika seseorang bertanya apakah saya tidak bisakah seseorang menjadi keduanya? dan mungkin anda juga akan bertanya demikian, mengapa seorang videografer tidak bisa menyebut diri mereka sinematografer?

Jawabannya adalah sedikit batasan. Kita dapat mengatakan bahwa itu tergantung bagaimana videografer menghasilkan produk filmnya. Jadi intinya bahwa seorang videografer saat mengerjakan setiap produknya apakah dapat memenuhi kaidah-kaidah dan peran seorang sinematografer.

Anggaran produksi yang lebih tinggi, kebebasan kreatif yang lebih tinggi, dan kru yang lebih banyak juga dapat menjadikan mereka sinematografer.

Jadi, jika Anda adalah videografer yang mengerjakan banyak proyek kreatif atau sering dipekerjakan oleh perusahaan produksi besar untuk proyek dengan cakupan yang luas, Anda juga bisa menyebut diri Anda sebagai sinematografer.

Pelatihan Videografi meggunakan Smartphone

Sekarang membuat VIDEO profesional tidak harus menggunakan alat-alat yang mahal dan ribet cara pakainya, cukup dengan menggunakan SMARTPHONE, Anda bisa membuat VIDEO yang PROFESIONAL.

Salah satu Pelatihan Videografi atau Workshop Videografi yang sering diadakan oleh GAWAI PIAWAI, mengajarkan Anda belajar membuat VIDEO PROFESIONAL hanya menggunakan SMARTPHONE.

Di workshop ini Anda akan belajar :

  1. Teknik pengambilan video profesional menggunakan HP
  2. Pelajari berbagai Angle profesional lewat HP​
  3. Etika pengambilan video profesional​
  4. Tools dan aplikasi editing video di HP​
  5. Kaidah-kaidah dasar editing video​
  6. Memaksimalkan fitur-fitur aplikasi dan program editing​, dll

Gak cuman teori, disini BANYAK PRAKTEK!!.

Anda juga akan dibimbing langsung oleh PRAKTISI berpengalaman, serta ada group pendampingan setelah workshop/pelatihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *